DAFTAR KUNJUNGAN

Jumat, 06 April 2012

Faktor Penting Raih Sukses





Faktor Penting Raih Sukses: Kemampuan dan Kemauan
[Unpad.ac.id, 5/4/2012] Sukses dapat dicapai ketika kita memiliki kemampuan dan kemauan. Kedua faktor ini harus menjadi satu kesatuan yang harmonis, dengan tidak meninggalkan salah satunya. Hal tersebut disampaikan Deputy Resourcing Head BTPN, Elisabeth Vivi Jeki Aryani, S.Psi saat menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Memasuki Dunia Kerja “Kiat Menembus Dunia Kerja”. Acara yang dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, dr. Trias Nugrahadi, Sp. KN ini digelar di Ruang Serba Guna, Gedung 2, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (4/04).
Suasana kegiatan pembekalan memasuki dunia kerja dengan narasumber dari Unpad dan BTPN (Foto: Tedi Yusup)*
“Kalau punya kemampuan tetapi tidak ada kemauan, apakah bisa? Tidak bisa. Lalu, kalau ada kemauan tapi tidak ada kemampuan ke arah sana? Tidak bisa juga. Kemampuan dan kemauan ini harus menjadi satu kesatuan yang harmonis,” tutur Vivi. Selain Vivi, turut menjadi pembicara dalam kesempatan tersebut adalah Staf Pengajar Fakultas Psikologi Unpad, Drs. Yus Nugraha, M.A. yang membahas tentang Aspek Psikologi dalam Bekerja, dan Staf pengajar Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Dr. Jenny Ratna Suminar, M.Si yang membahas tentang Communication Skill.
Vivi mengatakan bahwa sukses bukanlah sebuah tujuan, melainkan perjalanan.  “Sehingga kalau kita menganggapnya perjalanan, kita tidak akan pernah berhenti. Jika kita sudah selesai melaluinya, maka ada perjalanan lain yang harus kita tempuh. Jika menganggap sukses menjadi tujuan, maka ketika kita sampai ke tujuan itu, maka kita akan berhenti,” ujar Vivi.
Senada dengan Vivi, Drs. Yus Nugraha, M.A. juga mengatakan bahwa kemampuan dan kemauan merupakan dua faktor penting dalam meraih sukses. Selain itu, kemampuan mengembangkan diri juga penting. Beberapa cara pengembangan diri diantaranya yaitu pengenalan diri melalui introspeksi dan umpan balik, menanggapinya, kemudian menerima diri menghayati dan mengamalkan perilaku baru. Namun dalam proses pengembangan diri ini seringkali terjadi hambatan, diantaranya yaitu sikap bertahan, tidak terbuka terhadap diri sendiri, dan mengangap feedback sebagai suatu ancaman.
Dalam kesempatan tersebut, Yus juga mengungkapkan bahwa saat ini daya serap lulusan perguruan tinggi masih rendah. Hal ini disebabkan oleh dua hal, yakni ketersediaan lapangan kerja yang terbatas, dan soft skill yang dimiliki lulusan masih rendah.  Menurutnya, soft skill merupakan keterampilan untuk meraih sukses, baik akademik maupun non akademik. Keterampilan yang dibutuhkan antara lain, keterampilan berkomunikasi, berorganisasi, kepemimpinan, berpikir logis, dan berkelompok.
Selain pembekalan memasuki dunia kerja, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan BTPN Campus Hiring, seleksi penerimaan pegawai tetap Bank BTPN. “Kebetulan kami memang sedang banyak mengembangkan unit bisnis baru, tahun ini ada beberapadevelopment program yang akan kita lakukan. Jadi kita mulai dengan Campus Hiring,” jelas Vivi saat ditemui di sela-sela acara.
Vivi mengungkapkan bahwa dari hasil pemetaan terhadap total karyawan BTPN, mayoritas karyawan BTPN di Jawa Barat merupakan lulusan Unpad. Atas dasar itulah Unpad dijadikan sebagai salah satu lokasi Campus Hiring BTPN.
“Kita sangat gembira bisa berpartisipasi di sini, bisa sharing juga untuk mempersiapkan teman-teman. Apalagi nanti jika teman-teman siap bergabung dengan kita, mereka sudah tahu apa yang kita harapkan di BTPN terhadap kompetensi mereka. Harapannya sudah pasti, kita mendapat sumber daya berkualitas dari Unpad,” tutur Vivi. *
Laporan oleh: Artanti Hendriyana |  |  | eh*


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar